Presiden Xi pimpin peletakan karangan bunga di Tiananmen

Beijing (ANTARA News) –  Presiden China Xi Jinping memimpin upacara peletakan karangan bunga di Lapangan Tiananmen, Beijing, Minggu pagi.

Wartawan Antara di Beijing melaporkan bahwa Presiden Xi tiba di Lapangan Tiananmen tepat pukul 10.00 waktu setempat (09.00 WIB) dengan didampingi Perdana Menteri Li Keqiang dan jajaran pemimpin pemerintahan China.

Setelah mendapat aba-aba dari komandan upacara, Xi beserta sekitar seribu peserta upacara menundukkan kepala selama beberapa detik untuk mengenang arwah para pahlawan mereka.

Beberapa saat kemudian, sejumlah prajurit yang mengenakan seragam militer hijau-hijau membopong delapan karangan bunga setinggi orang dewasa.

Mereka berjalan dan menaiki tangga monumen Tiananmen yang dilapisi karpet merah dengan iringan terompet diikuti Presiden Xi dan jajaran pemimpin pemerintahan China.

Di depan dinding monumen yang menghadap ke Kota Terlarang tersebut, Presiden Xi meletakkan karangan bunga diikuti PM Li.

Setelah mengitari monumen, Xi dan rombongan meninggalkan Lapangan Tiananmen dengan iring-iringan mobil van.

Berikutnya para pelajar dan elemen masyarakat lain, termasuk perwakilan kelompok etnis minoritas di China mendapatkan kesempatan memberikan penghormatan di monumen tersebut.

Selama upacara peletakan karangan bunga tersebut berlangsung, jalan raya di sekitar Lapangan Tiananmen ditutup untuk umum.

Saat upacara berlangsung, cuaca di Beijing sangat cerah dengan suhu udara rata-rata 18 derajat Celcius dan kecepatan angin berkisar antara 18 hingga 28 kilometer per jam.

Upacara peletakan karangan bunga digelar sehari menjelang Hari Nasional China yang diperingati setiap tanggal 1 Oktober sebagai hari lahirnya Republik Rakyat China.

Pada Hari Nasional, aktivitas perkantoran dan sekolahan di China, Hong Kong, dan Makau diliburkan selama sepekan.

Selama masa liburan Hari Nasional China itu pula, di tengah-tengah Lapangan Tiananmen terpasang karangan bunga raksasa yang didominasi oleh warna merah.

Karangan bunga raksasa tersebut digunakan oleh warga setempat atau wisatawan sebagai objek foto.

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Gusti Nur Cahya Aryani
COPYRIGHT © ANTARA 2018